Dari dan Kembali ke Sumedang
Dari dan Kembali ke Sumedang
10 June 2019 2194 views
Share to

“Naha teu gawe di Sumedang wae?” adalah salah satu pertanyaan yang terlontar dari beberapa orang ketika di tahun 1994 Mahdup pergi merantau. Meninggalkan Sumedang, ia putuskan menjadi penjual keliling di luar kota untuk mencari peruntungan. Oleh sebagian orang, pilihan tersebut dipertanyakan walau sebagian lagi paham bahwa itu lumrah dilakukan, khususnya ketika dorongan untuk bergerak benar-benar kuat. Namun, pilihan Mahdup bukan tanpa konsekuensi. Meninggalkan kota kelahiran dan berjualan keliling ternyata tidak memberinya hasil seperti yang diharapkan. Pada satu titik, Mahdup akhirnya meninggalkan perantauan, kembali ke Sumedang, dan membuka warung. Dihabiskan lagi waktu sepuluh tahun untuk Mahdup berjualan, namun masih dengan hasil pas-pasan. Ia akhirnya tiba pada satu keputusan selanjutnya, keputusan yang berada di balik berdirinya SRC Deden hari ini.


Di tahun 2011, Sampoerna Retail Community (SRC) menawarkan Mahdup bergabung untuk mengembangkan usahanya. SRC membuka jalan bagi Mahdup untuk mengambil langkah berbeda ke mana usaha miliknya harus diarahkan, dan bagaimana. Mahdup menyadari bahwa ia selalu bisa menjawab persoalan pertama. Ia punya gambaran jelas ke mana usahanya ingin diarahkan, tetapi bagaimana mengarahkannya adalah tantangannya selama ini. Tawaran bergabung dengan SRC tersebut kemudian disepakati oleh Mahdup. Ini adalah keputusan yang diambil, bahwa bersama SRC usahanya akan berhasil.


Diiringi dengan tekad, kerja keras, dan doa, keputusan Mahmud menjadi kenyataan. Diawali dengan langkah-langkah sederhana bersama SRC, ia mulai melihat bagaimana usaha yang dirintis kini sudah berkembang pesat. SRC bukan memberikan sebuah perubahan dan keberhasilan instan, tetapi serangkaian proses layaknya membangun sebuah usaha. Mahdup belajar serta menerapkan berbagai hal yang diberikan oleh SRC, mulai dari manajemen produk hingga manajemen keuangan. Jika dulu Mahmud menjalankan usaha berbekal harapan, kini ia menjalankan usaha bukan hanya berbekal harapan, tetapi juga strategi. Pola pikir yang terbentuk bukan lagi mencari peruntungan, tetapi merencanakan peruntungan. Inilah yang SRC bagikan kepada Mahdup, dan kepada semua pemilik SRC di luar sana, sebuah pola pikir bisnis. SRC menunjukkan bahwa keberhasilan berbisnis adalah kesempatan siapa pun, dan bukan hanya milik segelintir orang saja. Bergabung dengan SRC adalah bagaimana Mahdup menjawab pertanyaan orang-orang di sekitarnya. SRC Deden adalah bentuk keberhasilannya. Mahdup merantau dan belajar dari pengalaman, kemudian kembali dan membangun kampung halaman.