Dampak Sosial
24 January 2019
Lombok & Palu Lebih Kuat
Lombok & Palu Lebih Kuat

Pada 5 Agustus 2018, sebuah gempa berkekuatan 7 skala richter melanda Pulau Lombok dan sekitarnya. Seminggu sebelumnya, di lokasi yang sama, gempa dengan skala 6,4 skala richter telah lebih dahulu terjadi. Berselang sekitar sebulan kemudian, 28 September 2018, gempa dengan kekuatan 7,4 skala richter lalu menghantam Sulawesi Tengah.

Rentetan bencana ini terang menjadi pukulan bagi seluruh masyarakat Indonesia, rentetan bencana yang merenggut ribuan nyawa serta melukai dan memaksa ribuan penduduk mengungsi. Ini adalah duka bersama. Tidak perlu mengenal secara pribadi mereka yang menjadi korban, duka dirasakan oleh semua yang mendengar kejadian ini. Namun, tidak perlu pula waktu lama untuk melihat semua orang bergerak menggalang bantuan untuk para korban. Berbagai pihak mengirimkan bantuan, bahkan turun langsung ke lokasi kejadian. Sampoerna Retail Community (SRC) adalah salah satunya. Paguyuban SRC di berbagai provinsi bergerak menggalang bantuan atas dasar inisiatif masing-masing. Tim SRC juga terjun langsung ke lapangan guna melihat situasi secara akurat serta menjenguk para korban. Bertemu langsung dengan saudara-saudara yang tertimpa musibah ini merupakan bantuan yang sama pentingnya untuk diberikan. Dukungan materi akan membangun kembali kerusakan yang terjadi. Kehadiran sesama sebagai saudara akan setidaknya memberi jeda pada guncangan yang dialami oleh para korban.

Benar bahwa banyak toko kelontong yang menjadi bagian dari SRC di Lombok dan Sulawesi, tetapi kesiapan SRC di sana bukan karena itu. SRC menjadi wadah penyalur bantuan bagi semua orang yang menjadi korban di sana, bukan hanya bagi sesama pemilik SRC. Ini bukan gerakan SRC, ini adalah gerakan kemanusiaan atas dasar persaudaraan. Di balik apa yang dilakukan, SRC percaya satu hal: kita semua, siapa pun kita, selalu membutuhkan bantuan bahkan ketika tidak dalam kesulitan. Setiap hari kita dibantu, setiap hari kita juga membantu, sekecil apa pun itu.

Kembali ke Cerita Sahabat