Pengembangan Bisnis
24 January 2019
SRC Memang Beda

Dari tujuh tahun yang lalu, semenjak bergabung dengan SRC, sampai hari ini saya masih terus dibina. Padahal saya adalah salah satu pemilik toko yang semula meragukan apa yang ditawarkan oleh SRC.

Awalnya saya pikir kalau SRC hanyalah sebuah konsep belaka yang pada pelaksanaanya tidak akan sungguh-sungguh memberikan pendampingan. Saya kira SRC hanya akan datang, ajak tanda tangan kontrak, beri janji manis, dan lalu pergi. Ternyata tidak, SRC membuktikan bahwa mereka memang serius ingin melihat toko saya menjadi lebih dari sekadar toko tempat orang-orang kebetulan lewat sekadar mampir. SRC ingin agar toko saya menjadi pilihan utama bagi orang-orang yang tinggal di sekitar sini.

Inilah yang ditawarkan SRC. SRC menawarkan sebuah proses dengan langkah-langkah sederhana untuk diterapkan satu per satu. Kini saya bukan hanya dengan gembira menceritakan beragam manfaat yang toko saya dapatkan, tetapi juga menyemangati para pemilik toko lainnya yang ingin bergabung agar tidak perlu takut berubah. Bergabung dengan SRC mungkin tampak merepotkan, tetapi saya telah membuktikan bahwa tidak demikian. SRC memberikan pendampingan yang benar-benar mudah. Tindakan-tindakan yang perlu diambil di awal bahkan akan terlihat sepele. Dari hal-hal sepele seperti itulah, toko saya menjadi semakin maju. Kini saya bahkan menerapkan komputerisasi dan program keanggotaan. Pendapatan toko semakin meningkat, demikian pula kepercayaan diri saya sebagai pemilik sebuah toko yang sangat saya banggakan.

Pengalaman ini saya bagikan dalam bentuk partisipasi aktif di Paguyuban SRC. Setiap minggu, secara berkala, saya datangi toko-toko penjual eceran lainnya dan berbagi apa yang saya pelajari dari SRC terkait pengembangan bisnis ritel. Jika ada yang kemudian bergabung dengan SRC, saya dengan semangat menyambut mereka sebagai saudara bukan saingan. Ini menjadi cara saya sebagai seorang wanita yang secara independen mengembangkan usaha sendiri dan di saat bersamaan memberikan pengaruh lebih bagi orang-orang sekitar.

Kembali ke Cerita Sahabat