Dampak Sosial
24 January 2019
Dari Hiruk Pikuk Kota Menuju Keberhasilan
Dari Hiruk Pikuk Kota Menuju Keberhasilan

Setelah lima tahun menjadi sopir taksi di kota Jakarta, saya akhirnya memutuskan untuk banting setir menjadi seorang pedagang kecil-kecilan. Saya tinggalkan kota rantau dan menuju ke Solok. Terletak di Sumatera Barat, kota ini adalah kampung halaman saya. Di sini saya dan istri memulai usaha baru kami dengan berbekal modal yang dipinjam dari orang-orang sekitar. Usaha kecil ini kami pupuk dengan harapan kehidupan yang lebih baik.

Seiring berjalannya waktu, saya memilih bergabung dengan SRC, dan semenjak itulah usaha saya benar-benar berkembang. Saya bukan hanya dapat mengembalikan pinjaman, tetapi juga mendapatkan keuntungan yang bahkan lebih daripada perkiraan awal. Ini adalah hasil pendampingan SRC.

Pendampingan ini memberikan keuntungan bagi para pemilik toko kelontong seperti saya agar tidak perlu terus terusan melakukan percobaan yang terkadang berujung ke lebih banyak kerugian. Rugi mungkin hal wajar dalam setiap usaha, tetapi terlalu banyak kerugian, apalagi selama bertahun-tahun, bagi para pengusaha kecil dan menengah seperti saya benar-benar sangat menyulitkan. SRC melihat potensi setiap toko, dan melakukan perubahan yang diperlukan. Tidak ada keharusan bagi SRC untuk memberikan bimbingan seperti ini, tetapi ini adalah inisiatif yang diambil. Hal utama yang diajarkan oleh SRC adalah kemauan berinovasi. Saya terapkan ini dengan beberapa pembaruan, di antaranya adalah mengadakan acara untuk konsumen secara mandiri dan perluasan usaha melalui bisnis kuliner dengan memanfaatkan pojok toko yang nyaman sebagai tempat untuk sekadar minum kopi atau juga menyantap makanan.

SRC hadir sebagai pilihan yang tepat selepas meninggalkan pekerjaan lama. Bergabung dengan SRC menjadikan toko kelontong milik saya dan istri sebagai salah satu yang berkontribusi menghidupkan kota Solok. Seandainya masih di Jakarta, mungkin saya masih menjadi sopir taksi dan harus menghadapi jalanan ibu kota yang melelahkan. Di kampung halaman, saya bisa menjalankan bisnis sendiri dan turut membangun lingkungan sekitar tempat saya tinggal.

Kembali ke Cerita Sahabat